Perkenalan dan Sosialisasi KKN 19 UTM





Perkenalan dan Sosialisasi KKN 19 UTM


Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang sedang menjalankan tugas KKN (kuliah kerja nyata) akan melakukan suatu kegiatan di desa yang menjadi patokan sekaligus kriteria nilai dan moral bagi warga desa.  Kegiatan ini mengumpulkan berbagai mahasiswa berbeda jurusan yang awalnya belum saling mengenal menjadi keluarga.  Salah satu kelompok KKN yang menempati desa Tambegan kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan mengadakan acara pengenalan KKN. Acara yang berlangsung pada tanggal 29 Desember 2018 ini dihadiri oleh bapak kepala desa,  tokoh masyarakat dan pemuda karang taruna dari desa Tambegan.

Arif selaku koordinator desa dalam sambutannya mengatakan " Tak kenal maka tak sayang". Pertemuan malam itu dijadikan ajang perkenalan bagi mahasiswa dan pihak desa agar bisa saling mengenal, akrab dan bisa saling membantu dalam membangun desa Tambegan.  Desa Tambegan memiliki warga yang ramah dan kental akan budaya yang santun.  Keramahan ini terlihat ketika mahasiswa UTM yang mayoritas dari pulau Jawa dan belum begitu menguasai bahasa Madura,  masyarakat dengan santai menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Suasana bertambah antusias saat bapak Farasdan,  salah satu tokoh masyarakat memberikan ucapan selamat datang dan mengatakan bahwa warga siap membantu progam yang telah disusun mahasiswa KKN. Beliau juga mendoakan agar semua kegiatan yang disusun akan bermanfaat bagi semua pihak baik mahasiswa maupun desa.

Tujuan utama KKN memang untuk melatih mahasiswa untuk terjun langsung dalam masyarakat, membaur dan menyesuaikan budaya yang ada dalam masyarakat serta membantu mengembangkan desa utamanya dalam bidang sumberdaya. Kegiatan malam ini juga membahas semua program yang telah disusun mahasiswa KKN diantaranya dalam sektor pendidikan yaitu mengajar dan sektor sumberdaya memanfaatkan bahan yang ada di desa untuk diolah menjadi makanan. Salah satu produk yang akan diolah adalah kripik daun kelor yang banyak terdapat di desa.

Kegiatan yang bertempatkan di rumah bapak Klebun (kepala desa dalam bahasa Madura) ini berlanjut sampai larut malam.  Mahasiswa membaur dan saling berkomunikasi dengan masyarakat desa dan diselingi dengan acara makan bersama.  Selain itu kegiatan makin seru dengan adanya pemuda yang mulai bermain bulu tangkis di halaman depan rumah bapak Klebun.  Gelak tawa dan canda menggema diseluruh ruangan menjadikan awal pertemuan yang berawal dari tidak kenal menjadi keluarga yang saling berbagi tawa bersama. Bapak Sajirin selaku kepala desa (Klebun) Tambegan berharap walau setelah kegiatan KKN ini selesai mahasiswa tetap bisa saling bersilaturrohmi dan saling membantu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini